Keberadaan Radio AM Sepanjang Tahun 2010

Tahun 2010 akan segera kita lewati. Tahun 2011 akan segera menjelang. Dalam beberapa hari ke belakang (dalam satu terakhir ini), saya menyimak (bahasa keren-nya meneliri) radio-radio AM. Lumayan, dalam satu tahun terakhir ini terdapat perkembangan informasi. Ada radio yang tidak mengudara lagi, ada radio yang “ditemukan” lagi, ada radio yang berganti nama kembali, dan ada radio yang “double” frekuensi (benarkah?), serta ada satu radio yang masih perlu “dipertanyakan”.

Sebelumnya mari kita simak lebih dahulu urutan nama radio AM berdasarkan frekuensinya dari kiri ke kanan. Kita mulai dari RRI Pro 1 Bandung, Bravo, Kandaga, Karisma, Debora, RRI Nasional, Barani, Dios, RRI Pro 4 Bandung, Sonata, Mutiara, sampai Fajri. Jangan lupa, nama-nama radio itu adalah nama-nama radio yang siarannya dapat dijangkau oleh pesawat radio di mana saya berada. Jadi, anda mungkin mendengarkan radio AM yang lebih dari itu.

Radio yang tidak mengudara lagi. Namanya Radio Bravo. Selain itu, ada juga radio yang siarannya sering kali sulit diterima oleh pesawat radio saya yaitu Radio Debora dan RRI Nasional. Namun, kedua radio ini masih bisa saya dengar.

Radio yang “ditemukan” lagi. Pada awal blog ini mulai diluncurkan, saya sempat bercerita tentang radio yang “hilang” seperti Radio Leidya, Radio Paksi, Radio Sangkuriang, Radio Dwikarya 69, dan Radio Adika Swara. Khusus untuk Radio Dwikarya 69 dan Radio Adika Swara, saya sudah sulit untuk menemukannya. Soalnya sudah lama sekali menghilang.

Akan tetapi untuk Radio Leidya, Radio Paksi, dan Radio Sangkuriang, saya sudah menemukannya kembali. Sebetulnya saya sudah mengetahui Radio Sangkuriang yang menjadi Radio Fajri lebih dari satu tahun yang lalu (2009). Radio Leidya ternyata menjadi Radio Karisma. Sebelumnya saya mempertanyakan apakah Radio Karisma adalah Radio Leidya. Ternyata jawabannya adalah ya. Saya mengonfirmasi jawaban itu melalui SMS kepada Bang Wahab yang menjadi penyiarnya dalam suatu acara yang dibawakannya. Radio Paksi? Oh, ternyata Radio Paksi menjadi Radio Dios.

Radio yang berganti nama kembali. Saat itu saya mendengar Radio Barani. Tiba-tiba berganti nama menjadi Radio Lisma. Ternyata di tahun 2010 kembali berganti lagi ke Radio Barani.

Radio yang “double” frekuensi. Ada Sonata 47 (AM) dan Sonata SE (FM). Benarkah? Kalau disimak dari salah satu iklannya (iklan layanan masyarakat), tampaknya kedua radio ini berkaitan

Radio yang masih perlu “dipertanyakan”. Sebelum era reformasi saya mendengar RSPD (Radio Siaran Pemerintah Daerah) Swara Balendah yang beralamat di Jalan Adikusumah, Baleendah, Kabupaten Bandung. Setelah lama tidak mendengar lagi, di era reformasi saya mendengar RSPD Kandaga. Jadi, apakah Radio Swara Balendah adalah Radio Kandaga?

2 Comments »

  1. 1
    andrian Says:

    Radio Dwikarya 69 pindah ke Jakarta (AM 666 kHz) dan berganti nama menjadi Radio Sekuntum Bungah Yonina/Radio SBY

    Sonata 47 AM merupakan Radio Pemerintah Kota Bandung. Radio ini asalnya juga memiliki frekuensi di 107.9 FM, namun sesuai dengan Permen mengenai kanalisasi FM, frekuensi 107.7 MHz s.d. 108 MHz hanya diperuntukkan bagi radio komunitas dengan ERP maksimal 50Watt. Kemudian Sonata 47 bekerja sama dengan Radio Swara Emas (awalnya SE 88 FM) mengudara dengan nama Sonata SE.

    • 2
      andrian Says:

      Maaf, koreksi, bukan Permen melainkan KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL POS DAN TELEKOMUNIKASI NOMOR : 15.A / DIRJEN / 2004.


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: