Impian Saya yang Lain, Ada Radio Wisata Akhir Pekan Bandung

Jika sebelumnya saya menceritakan impian saya tentang radio berita, maka hari ini saya ingin menceritakan impian saya tentang radio wisata.

Ketika menceritakan impian saya tentang radio berita, saya ingin bahwa radio berita itu fokus pada Bandung Raya saja. Tidak meluas meskipun saat ini kita berada di jaman global. Bagaimana dengan radio wisata?

Di Bandung memang pernah ada Radio Wisata. Namun, Radio Wisata yang saya impikan ini adalah Radio Wisata yang mengudara khusus pada akhir pekan (weekend) saja. Maksudnya, Radio Wisata itu cukup mengudara pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu.

Aneh? Terserah! Siaran selama tiga hari itu menyewa pada radio yang telah ada. Itu juga kalau pemilik radionya mau menyewakan he he he. Soalnya, mungkin menurut pemilik radio itu, masa dari Senin sampai Kamis berformat radio A, sedangkan untuk Jumat, Sabtu, dan Minggu berformat wisata?

Akan tetapi, dalam pikiran saya, dua radio itu berbeda. Siaran Senin-Kamis adalah radio asli si pemilik, sedangkan siaran Jumat-Minggu adalah radio wisata ala saya atau siapa saja. Kan saya atau siapa pun menyewa. Jadi, saya atau siapa saja punya radio he he he. Namanya juga impian.

Kalau itu terjadi, dalam pemikiran saya, Radio Wisata itu akan difokuskan pada para wisatawan (pendatang). Demikian pula iklannya, tentu beriklan akan adanya Radio Wisata ini di media-media luar Bandung.

Satu hal yang belum saya tahu: apakah para wisatawan (pendatang) itu mendengarkan radio di mobilnya? Kalau tidak mendengarkan radio di mobilnya berarti ide saya belum mengena. Tapi kan saya beriklan dulu di media-media luar Bandung…?

10 Comments »

  1. 1

    wah menarik sekali idenya, dulu memang pernah ada Radio wisata fm 89.35 MHz, tahun 98-2004, konsep dan idenya sama, ingin memajukan pariwisata bandung, ternyata memang ramalan saya terbukti, bandung bisa menjadi center dari pariwisata jawabarat, terbukti dengan boomingnya pariwisata pada tahuntahun belakangan ini.sayangnya, Radio wisata FM ini sdh tidak ada lagi,….,

    • 2
      radiobandung Says:

      Sebetulnya format atau konsep seperti itu bisa diulang. Kalau dulu dianggap gagal, mungkin ada kekurangan. Sebagai pendengar, saya merasakan hal itu. Saat ini juga saya memantau salah satu radio. Konsep awalnya sudah ditetapkan, misalnya konsep A. Namun, tampaknya radio itu “melalaikan” konsep A dengan cara tidak mencari content A. Akhirnya panggilan untuk pendengarnya saja yang bertahan. Bagus atau tidaknya di mata survey, saya paham, hanya pemilik/pengelola radio itulah yang tahu.

  2. 3

    Kalau saya justru ingin ada RADIO KHUSUS CERITA/SANDIWARA. Kalau zaman 1980-1990 an itu kan ada sandiwara radio, tapi gak full. Cuma seperti Televisi kan ada TV khusus memutarkan film-film seperti HBO. Nah, coba ada RADIO FULL SANDIWARA yang siarannya dari Shubuh hingga Malam sandiwara terus dengan kisah yang berbeda, menarik, dan berbaai format segmen. Segmen Religi, Segmen Anak-anak, Segmen Remaja, Segmen Dewasa, Segmen Sosial dan Pendidikan dalam bentuk Sandiwara. Namanya SANDIWARA FM.

    • 4
      radiobandung Says:

      Terakhir, yang saya tahu, Radio Sangkuriang merupakan Sandiwara Sunda Station. Saya lupa sebutannya. Dua tahun lalu, saya dengar di Radio Bravo ada sandiwara dari Mang Barna, tetapi tidak jadi. Radio Bravo-nya sudah “hilang”🙂

      Saya juga sempat dengar sandiwara/dongeng Sunda di Radio Mayanada dan Radio Barani.

      Sekarang ini, Radio Sangkuriang sudah menjadi Radio Fajri.

      • 5
        arif Says:

        http://www.tempo.co/read/news/2012/12/25/199450236/Radio-Wisata-Hadir-di-Batu,…..

        ayo siapa yang mau buat lagi, dimalang sudah ada nih……

      • 6
        radiobandung Says:

        Sebetulnya kalau radio wisata di Bandung sudah pernah ada: Radio Wisata yang kemudian menjadi W FM. Namun, sekarang ini sudah “hilang”. Gelombang frekuensinya (mungkin) sudah “beralih”.

        Terima kasih link-nya.

      • 7

        Oh iya, kalau Radio-radio Nasional maupun Lokal, kenapa tidak pernah mengumandangkan “Lagu Kebangsaan Indonesia Raya” untuk pembukaan dan penutupan on air nya. Saat ini mungkin ada beberapa Radio yang seperti itu. Coba kalau ke Malaysia, dan Brunei Darussalam. Di sana setiap Radio wajib mengumandangkan Lagu Kebangsaan dan Gema Adzan 5 waktu. Lagu Negaraku bergema jam 05:00 pagi dan jam 00:00 malam. Sementara gema adzan selalu bergema setiap waktu adzan waktu lokal kota.

      • 8
        arif Says:

        KPI menetapkan aturan radio tiap tiap daerah berbeda beda, di Bali, Radio Wajib memutar hymne untuk upacara sembayangnya, 3 kali sehari, pagi jam 6, siang jam 12 dan sore jam 18.

      • 9
        radiobandung Says:

        Sebagai pendengar radio, saya pun pernah ber-SMS ria dalam program radio. Isinya antara lain mengingatkan aturan tentang lagu Indonesia Raya. Namun, ada juga yang menganggap (dalam forum lain): “Nasionalisme kok cuma di lagu”. Ya, biasalah….

  3. 10
    Radio Sticker Zone Says:

    Numpang memberi tanggapan. Ada jaringan radio bernama Eljhon FM hampir infonya seputar pariwisata termasuk jaringannya. Karena selain bisnis radio, Eljhon Group ini memiliki bisnis travel. Radio Eljhon FM hanya berada di Pulau Sumatera bagian Selatan. Dan bisnisnya bisa dilihat dengan dibukanya counter-counter di airport.


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: