Berpartisipasi dalam Acara Pabeurat-Beurat di Radio Leidya

Sebagai pendengar radio, salah satunya Radio Leidya, apakah anda pernah mengikuti acara Pabeurat-Beurat? Pabeurat-Beurat adalah acara lomba timbang badan yang hadiahnya mendapat perawatan salon (kecantikan) gratis di radio yang bersangkutan, yaitu Radio Leidya. Di Radio Leidya juga kan ada salon (kecantikan).

Kalau tidak salah, acara Pabeurat-Beurat ini diadakan setiap hari, kecuali hari Minggu, jam 19.00-20.00. Saat itu, kalau tidak salah, hadiah yang ditawarkan adalah perawatan rambut dan perawatan wajah. Nah, siapa yang paling berat badannya daripada para peserta (pengunjung) lainnya, maka dialah yang menang. Tidak jarang, kalau yang hadir ke acara tersebut sebanyak satu orang, maka hampir dapat dipastikan, dialah yang menang. Bahkan tidak jarang, tidak ada seorang pun yang hadir dalam acara tersebut sehingga tidak ada pemenangnya. Para pengunjung biasanya dibatasi waktunya hingga sepuluh menit sebelum acara berakhir. Jadi, boleh jadi, ketika sang penyiar mengatakan di radio bahwa pesertanya belum ada seorang pun, mungkin salah seorang di antara anda langsung berlari ke studio Radio Leidya.

Kepada para peserta yang hadir, biasanya (bahkan selalu) diwawancarai dulu satu per satu di radio. Lalu, 10 menit menjelang acara berakhir ditimbang. Khusus untuk yang menang, biasanya ada jeda selama enam bulan untuk tidak mengikuti acara ini. Kalau sudah lewat, barulah dia boleh ikut serta lagi. Ini tentu untuk memberikan kesempatan kepada peserta lainnya.

Bagaimana dengan saya? Saya juga pernah mengikuti acara Pabeurat-Beurat ini dua kali. Dalam kesempatan pertama, ada tiga orang peserta. Diwawancarai oleh Bang Aditya. Hasilnya, belum berhasil. Dalam kesempatan kedua atau terakhir kali, ada dua orang peserta. Diwawancarai oleh Bang Wahab. Hasilnya, juga belum berhasil.

Namun, dari pengalaman itu, saya pun bersyukur karena bisa mengalami bagaimana bersiaran di radio, eh maksudnya diwawancarai di radio. Orang tua saya pun asyik mendengarkan cuap-cuap saya di Radio Leidya he he.

Pada suatu saat, saya tahu, bahwa Radio Leidya telah berubah menjadi Radio Kharisma.

Radio Kharisma

15 Comments »

  1. 1
    Ricky Says:

    tahun 1980/1990an pernah denger radio ini… radio liedya wave salon🙂 dulu di promo2 on-air nya sering nyebutin alamatnya di jalan ciateul. sempat sekali mampir ke studionya waktu di jalan siliwangi.
    yang saya ingat adalah info sosial nya… “do the right thing teman2, buanglah sampah pada tempatnya… pesan ini disampaikan oleh radio leidya wave salon” kira2 gitu deh… masih ada gak ya??🙂

    • 2
      radiobandung Says:

      Ya, suara “pesan” itu sangat khas. Itu salah satu ciri Radio Leidya. Dari ciri-ciri itulah kita tahu ini radio X atau Y atau Z. Kabarnya, Leidya jadi Kharisma.

  2. 3
    adi Says:

    Kang, penasaran sama backsound lagu do the right thing diatas, apa ya judul dan penyanyinya ?

    • 4
      radiobandung Says:

      Sepertinya Kang Ricky nih yang mesti menjawab🙂

      • 5
        Ricky Says:

        sepengetahuan saya theme song/jingle yang berlirik ‘do the right thing’ ini berasal dari jingle pada satu acara di BBC Radio 2 london. konsepnya share dan memberikan ide-ide yang simple namun sangat berarti bagi kehidupan/lingkungan sekitar kita, termasuk hal kebersihan kota, attitude masyarakat, dll. dari beberapa info acara ini digelar tahun 1970an-1980an.

    • 6
      Adikuntz Says:

      Do The Right Thing ini jingle dari kampanye kebersihan di Australia, programnya Keep Australia Beautiful ( jadi inget tagline “keep bandung beautiful”-nya rase fm hehehe ) yang dicanangkan sejak tahun 1969 dimulai dari negara bagian victoria, hingga akhirnya secara nasional. Nah jingle yang suka diputar di radio Leidya ini diambil dari iklan tv Do The Right Thing tahun 1982. Nih silakan simak http://www.youtube.com/watch?v=-4KtpAYBmvk , Kalo orang Bandung mah suka bilang “Sok matak waas “( *suka bikin terkenang ).. Segitu aja… Punten Kang Ricky ngiring ilubiung sakedik, hatur nuhun…

      • 7
        ricky Says:

        nuhun pisan kang adikuntz kanggo revisi info na… justru senang nih dapat info yg lebih akurat. sebelumnya saya dapat info di era 70an BBC memiliki program yang mirip/serupa. thanks, sudah dapet info baru nih. kang, share lagi dong info2 lainnya ttg radio leidya, atau radio lainya dulu. diantos ah…

      • 8
        radiobandung Says:

        Nuhun @Adikuntz dan @ricky. Saya dapat wawasan baru🙂

      • 9
        patricia Says:

        nuhun pisan kang Adikunt, walau agak lain sedikit karena saya ingat iramanya rada cepat, tapi lumayan membuat saya ingat masa kecil, soalnya saya pendengar Leidya juga, terutama Leidya children club yang siaran setiap hari (kalo gak salah) jam 4 sore

  3. 10

    sekedar penasaran saja, radio era 80an kamarana yah? YG, Continental, mersi (?), cendrawasih (cimahi), unasko (cimahi), Famor .. meuni sono mengenang maa lalu bari dengerin dongeng uwa kepoh..semalam saya menemukan lagi di Lita FM sama 90.50 kalau nggak salah..matak nyeblak..wararaas…inget zaman keur ngora hihihi ari idola mah teuteup wae Gulia – radio Mara..tancappp koooo

    • 11
      radiobandung Says:

      Beberapa radio yang Kang Iwan sebutkan sudah dibahas dalam blog ini, kecuali Radio Mersi dan Radio Cendrawasih🙂

      Betul, Radio Lita kini mengudarakan dongeng dari Mang Barna. Seingat saya, dulu dongeng Mang Barna mau mengudara di Radio Bravo (AM), tetapi tidak jadi karena radio tersebut sudah tidak mengudara lagi.

  4. 12

    duhh…meni asa nyereset kana hate…..kapungkur nuju abdi alit, sok ngadangukeun acara radio leidya, kaleresan abi gee di dago, mun wengi abi sok ngadangu ieu radio ku acarana dongeng nu jurig nu marunjung kanu oray, daa ibu abi nu nyetel, jadi wee…mun wengi2 teh ngadangukeun dongengna bari sarieunan…mun teu leupat mah Pak Adang Gobel nu ngadongeng teh…sareng jingle laguna eta nu di sarebatkeun diluhur meni asa dadangueun….doooooo the right thinggggggggggggggggg (*nyanyi) hahahahah

  5. 15
    Annie Leonita Says:

    Mas Aditya yg dulu sering siaran malam hari di Radio Leidya memutarkan lagu2 Barat Golden Oldiest, khabarnya skrg dimana yaa… Saya dari Cimahi adalah salah satu pendengar setia acara Beliau.


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: