Richard Mutte, Jadi Kenangan

KEBERADAAN Generasi Muda Radio atau lebih dikenal dengan GMR Rock Stasion di Bandung pada era ’90-an, bisa dibilang menjadi salah satu wadah tempat sosialisasi para komunitas rock yang ada di Bandung. Itulah yang dirasakan oleh Richard Mutter, mantan drummer Pas Band.

Richard yang juga sempat menjadi penyiar GMR Radio tersebut, mengatakan, keberadaan radio tersebut bisa jadi sebagai wadah para komunitas rock untuk bersosialisasi untuk berkumpul dan bertukar koleksi.

“Saat itu ‘kan genre musik seperti itu masih kurang diterima oleh masyarakat. Makanya, dengan adanya GMR ini para komunitas jadi merasa memiliki satu wadah dan tempat bagi mereka untuk menyalurkan kreativitas dalam bermusik,” kata Richard.

Dengan keberadaan GMR, para komunitas musik rock tersebut seperti punya tulang punggung yang cukup kuat untuk terus menopang para musisi rock yang ada saat itu. Hal itu terbukti dengan banyaknya kelompok musik yang berhasil diorbitkan karena support yang telah diberikan oleh pihak GMR.

Sebut saja Rotor, berkat dukungan yang diberikan GMR, band yang satu ini menjadi satu band rock yang maju. Bukan cuma itu, Rotor juga bisa menjadi band pembuka salah satu band rock besar internasional, Metallica.

“GMR sangat terbuka dengan band rock yang ada saat itu. Apalagi, terhadap band yang punya kualitas cukup bagus dibarengi dengan instrumen ataupun permainan musik yang berkualitas, GMR akan berusaha mematangkannya. Hingga beberapa di antaranya bisa membuat albumnya sendiri,” katanya.

Di masanya, radio yang memutarkan musik rock dan metal ini menjadi idola bagi pencinta musik rock di Kota Bandung. Walaupun keberadaan radio dengan frekuensi 104,4 FM ini kini hanya tinggal kenangan dan telah berganti nama serta formatnya, di benak sebagian orang khususnya penggemar setia musik rock nama GMR akan tetap dikenang.

“Bagi musisi rock, keberadaan GMR ini akan selalu menjadi memori. Sebab, cuma GMR satu-satunya radio yang selalu memutarkan musik rock atau metal. Selain itu, bagi para kelompok musik, hanya radio itulah yang menjadi wadah atau tempat mereka bisa berkumpul dan mendapatkan dukungan dalam bermusik,” tutur Richard. (ely kurniawati/”GM”)**

Sumber: Galamedia, Sabtu, 23 Oktober 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: